Sabtu, 24 April 2010

Standar Ukuran Ban Sepeda Onthel (22/05/2008) - Sahid berdasarkan sumber www.sheldonbrown.com

The ETRTO (European Tyre & Rim Technical Organisation) atau ISO (International Standards Organization) adalah standar ukuran ban yang umum dipakai saat ini baik untuk ban luar maupun ban dalam sepeda. Pada kode ETRTO/ISO , dua angka di depan adalah menjelaskan nominal lebar pelah (dalam milimeter). Lebar ban yang dimaksud adalah lebar pelah bagian dalam. Kemudian tiga angka berikutnya menjelaskan diameter pelah (dalam milimeter).

Sebagai contoh untuk sepeda onthel pada umumnya memiliki ban standar ukuran 28 x 1 1/2 (ukuran umum) atau 40-635 (Kode ETRTO/ISO), dengan demikian bisa dikatakan memiliki lebar pelah 40 milimeter atau 4 cm dan diameter 635 mm atau 6,35 cm. Namun demikian ada juga sepeda onthel terutama jenis bak fiets atau transport fiets dan juga sepeda-sepeda produksi tahun 1960-an seperti misalnya Gazelle Seri 14, Gazelle Grand Sport, Gazelle Trim Sport yang menggunakan ukuran ban tanggung yakni 28 x 1.75 (ukuran umum) atau 47-622 (kode ETRTO/ISO).

Note: The ISO system uses two numbers; the first is the width of the tire or rim in millimeters (The actual tire width will vary a bit depending on the width of the rim. The rim width is the inner width measured between the flanges as shown in the diagram.). The second ISO number is the critical one, it is the diameter of the bead seat of the rim, in mm ("B.S.D."). Generally, if this number matches, the tire involved will fit onto the rim; if it doesn't match, the tire won't fit.

ETRTO/ISO

COMMON SIZE DESIGNATION

47-203

12 1/2 x 1.75 x 2 1/4 (also 12.5 x 1.75)

54-203

12 1/2 x 2.10

57-203

12 1/2 x 2 1/4

62-203

12 1/2 x 2 1/4 x 1 1/2 (also 12 1/2 x 2 1/4)

47-222

11 x 1 3/4

47-254

14 x 1.75

37-288

350A

44-288

14 x 1 3/8 x 1 5/8 (350A)

37-298

14 x 1 3/8

47-305

16 x 1.75

50-305

16 x 1.90

54-305

16 x 2.00

57-305

16 x 2.125

62-305

16 x 2.125

37-340

400A

44-340

16 x 1 5/8

37-349

16 x 1 3/8

40-355

18 x 1.50

47-355

18 x 1.75 or (18 x 1.75 x 2)

32-357

17 x 1 1/4

32-369

17 x 1 1/4 (Moulton)

37-387

18 x 1 3/8

28-390

450 x 28A

37-390

450A

37-400

18 x 1 3/8

54-400

20 x 2 x 1 3/4

28-406

20 x 1 1/8

32-406

20 x 1.25

35-406

20 x 1.30

37-406

20 x 1 3/8

40-406

20 x 1 .50

47-406

20 x 1.75 or (20 x 1.75 x 2)

50-406

20 x 1.90

54-406

20 x 2.10

57-406

20 x 2.125

37-438

20 x 1 3/8

28-440

500 x 28A

37-440

500A (also known as 20 x 1 3/8)

37-451

20 x 1 3/8

47-457

22 x 1.75

37-490

550A (22 x 1 3/8)

28-490

550 x 28A

37-501

22 x 1 3/8

19-507

24 x 3/4

25-507

24 x 1.00

47-507

24 x 1.75

50-507

24 x 1.90

51-507

24 x 1.95

75-507

24 x 3.00

28-540

600 x 28A

37-540

24 x 1 3/8

25-559

26 x 1.00

32-559

26 x 1.30

35-559

26 x 1.30

37-559

26 x 1.40

40-559

26 x 1.50

44-559

26 x 1.60

47-559

26 x 1.75 (or 26 x 1.75 x 2) (sometimes labelled 26 x 1.85 or 26 x 1.90)

50-559

26 x 1.90 (sometimes labelled 26 x 1.95)

51-559

26 x 1.95

54-559

26 x 2.10 (sometimes labelled 26 x 2.00 or 26 x 2.125)

57-559

26 x 2.125 (sometime s labelled 26 x 2.10 or 26 x 2.25 or 26 x 2.30)

60-559

26 x 2.35

62-559

26 x 2.50

75-559

26 x 3.00

19-571

26 x 3/4

20-571

650 x 20C (26 x 3/4)

22-571

26 x 1.00

23-571

650 x 23C (26 x 1.00)

47-571

26 x 1 3/4

32-584

26 x 1 1/2

35-584

26 x 1 1/2

37-584

26 x 1 1/2 x 1 3/8 (650 x 35B)

40-584

26 x 1 1/2 (650B standard)

28-590

650 x 28A

35-590

26 x 1 3/8 (650 x 35A) or (26 x 1 x 1 3/8)

37-590

26 x 1 3/8

40-590

650 x 38A

42-590

650 x 40A

32-597

26 x 1 1/4

37-609

27 x 1 3/8 x 1 1/2

18-622

700 x 18C

19-622

700 x 19C

20-622

700 x 20C

22-622

700 x 22C

23-622

700 x 23C

25-622

700 x 25C

28-622

700 x 28C (28 x 1 1/8) or (28 x 1 1/8 x 1 5/8)

32-622

700 x 32C (28 x 1 1/4) or (28 x 1 1/4 x 1 5/8)

34-622

700 x 34C

35-622

700 x 35C (28 x 1 3/8 x 1 5/8)

37-622

700 x 37C (28 x 1 3/8) or (28 x 1 3/8 x 1 5/8) (sometimes labelled 700 x 35C)

38-622

700 x 38C

40-622

700 x 40C (28 x 1.50) or (28 x 1 1/2 x 1 5/8) (sometimes labelled 700 x 38C)

42-622

700 x 42C (28 x 1.60) (sometimes labelled 700 x 40C)

47-622

700 x 47C (28 x 1.75) or (28 x 1 3/4 x 1 /4) (sometimes labelled 700 x 45C)

50-622

700 x 50C (28 x 1.90)

25-630

27 x 1

28-630

27 x 1 1/8

32-630

27 x 1 1/4

40-635

28 x 1 1/2 (700B Std.)

37-642

28 x 1 3/8 (700A)

SEPEDA RANGKA SILANG (Kamis, 22/5/08 - Sahid)

Dari berbagai varian sepeda crossframe yang pernah beredar di dunia ini, hanya beberapa merek yang tergolong fenomenal sebagai berikut:

Gazelle Kruisframe 9X
Gazelle Kruisframe 8V Tahun 1941
Juncker Kruisframe
Simplex Kruisframe 1960-an (Setang Model FPG)
Simplex Neo
Simplex Zweefiets
Locomotief
Phoenix
Empo

MISTERI DI BALIK NOMER RANGKA SEPEDA ONTHEL (Kamis, 22/5/08 - Sahid)

Dari nomer yang tercantum pada rangka sepeda, kita akan memahami pada tahun berapa sepeda tersebut diproduksi.

SEPEDA GAZELLE (sumber: www.oudefiets.nl)

1903 7.543
1916 100.000
1924 200.000
1929 300.000
1932 400.000
1937 500.000
1940 600.000
1947 700.000
1950 800.000
1951 900.000
1954 1.000.000
1960 1.500.000
1966 2.000.000
1970 2.500.000
1973 3.000.000
1990 8.000.000
2002 12.000.000 (schatting)

SEPEDA FONGERS (Andre Koopmans, www.sepeda.wordpress.com, 2008)

Sistem Pertama (produksi tahun 1902-an): Penomoran rangka sepeda sangat sederhana yakni sesuai nomer urut produksi.

Sistem Kedua (produksi tahun tahun 1920-1940): Penomoran rangka sepeda berbasis tahun produksi, seri tipe sepeda dan nomer urut produksi. Misalkan 2042-64, dua angka pertama berarti sepeda produksi tahun 1920, dua angka kedua berarti seri tipe 42, dan dua angka ketiga berarti sepeda ke-64 untuk tahun dan seri tipe sepeda bersangkutan. Contoh lainnya 3506-2, ini berarti sepeda produksi ke-2 untuk seri model 6 pada tahun 1935.

Sistem Ketiga (produksi tahun 1940-1970): Penomoran rangka sepeda dilakukan dengan kode huruf untuk mewakili tahun produksi.

1940 = Z
1941 = K
1942 - 1945 = F
1946 - 1947 = N
1948 = G
1949 E
1950 R
1951 S
1952 H
1953 W
1954 V
1955 Y
1956 T
1957 C
1958 D
1959 L
1960 P
1961 M

Era PFG (1966-1970)


1962 U
1963 B
1964 X
1965 A
1966 Z
1967 K
1968 H
1969 T
1970 A

SEPEDA RALEIGH (sumber: sepeda.wordpress.com)

Periode 1888-1925
1888: 1500
1889: 3200
1890: 5200
1891: 7600
1892: 10500
1893: 13900
1894: 19100
1895: 25300
1896: 32100
1897: 39913
1898: 45981
1899: 54032
1900: 65152
1900: 69868
1901: 77342
1902: 89622
1903: 102954
1904: 112673
1905: 129228
1906: 154917
1907: 183073
1908: 215650
1909: 249081
1910: 285669
1911: 328748
1912: 375693
1913: 427829
1914: 482851
1915: 517198
1916: 545198
1917: 569737
1918: 592473
1919: 621678
1920: 654502
1921: 688291
1922: 738447
1923: 809184
1924: 899465
1925: 998077

Periode 1925-Perang Dunia II

1925: A1
1925: B34181
1926: B56536
1927: B56536
1929: E15693
1930: G94785
1933: L84682
1934: T93945
1934: U14540
1935: W71147
1936: W93161
1937: Y184552

Periode Perang Dunia II-1955

1947: 437689 P
1948: 556894 P
1949: 695051 P
1951: 151179 T
1952: 236530 T
1953: 367369 T
1954: 566722 T
1955: 747951 T
1956: 852312 T
1957: 872584 T

Periode 1955-1966

1956: 23839 A
1957: 27227 AB
1958: 17910 AD
1960: 27273 AE
1961: 13126 AF
1965: 40814 FD
1956: 40814 FD
1966: 64521 FE

Periode 1967-1973

1966: A, followed by four numerals (4 digit)
1967: B, followed by four numerals
1968: C, followed by four numerals
1969: D, followed by four numerals
1970: E, followed by four numerals
1971: F, followed by four numerals
1972: G, followed by four numerals
1973: H, followed by four numerals

SEPEDA ONTHEL MASA KINI (Jumat, 28/12/07) - Sahid

Dari sekian merek sepeda onthel yang pernah beredar di Indonesia, barangkali hanya ada beberapa merek yang masih bertahan sampai sekarang misalnya Gazelle, Batavus, Simplex, Union, dan Raleigh. Namun, dari ketiga merek tersebut, hanya merek-merek Belanda yakni Gazelle dan Batavus yang masih memproduksi tipe sepeda onthel.

Di Belanda, sepeda masih menjadi alat transportasi yang dominan dalam kehidupan masyarakat. Kota-kota di Belanda yang luasnya tanggung, membuat orang lebih suka naik sepeda dibandingkan mobil atau motor. Sepeda onthel di Belanda memiliki julukan unik yakni opafiets (sepeda pria) dan omafiets (sepeda wanita) . Julukan ini barangkali lahir dari sejarah sepeda onthel yang cukup panjang, sehingga sepeda tipe ini cukup populer sejak seabad silam.

Bagaimana tampang sepeda onthel masa kini? Berikut ini adalah model terkini dari sepeda onthel Gazelle dan Batavus. Secara struktural, bentuk dan teknologinya tidak banyak berubah. Secara umum terdapat 2 varian yakni tipe kecepatan tunggal dan tipe 3 kecepatan. Gazelle memiliki 2 model yang dikenal sebagai model Gazelle Basic (jenis wanita) dan model Gazelle Toer Populair (jenis pria dan wanita) sebagaimana terlihat pada gambar di bawah ini.

Sedangkan Batavus hanya memiliki dua model yakni Batavus Favoriet dan Batavus Old Dutch, sebagaimana terlihat di bawah ini. Kedua merek di atas secara umum dapat dibedakan dari tinggi setang Batavus yang relatif lebih tinggi dibandingkan setang Gazelle.

TOPI DEMANG (Senin, 24/12/07) - Sahid

Topi khas yang sering disebut sebagai topi demang adalah topi yang sangat populer di kalangan Onthelis. Topi ini dulunya adalah topi yang sering digunakan pegawai kantor pemerintahan sejak jaman penjajahan Belanda. Di lingkungan Kraton Yogyakarta, pada jaman dulu, ada semacam kode etik yang harus dipenuhi berkaitan dengan pemilihan warna topi. Topi warna putih adalah topi yang hanya pantas digunakan oleh pejabat atau pangeran. Sedangkan topi warna abu-abu adalah topi umum untuk pegawai operasional atau abdi dalem. Dalam sejarah Indonesia, topi sebagaimana terlihat pada gambar dibawah ini (http://www.geocities.com/dutcheastindies/Dutch_Uniforms.html) adalah topi seragam tropis dari tentara Kerajaan Belanda pada tahun 1940-1945.

KLASIFIKASI SEPEDA ONTHEL (Jumat, 21/12/07) - Sahid

Sepeda onthel dalam dunia sepeda internasional diklasifikasi sebagai Dutch old style bicycle. Sepeda dengan ban ukuran diameter 28 nchi, kemudian menggunakan rangka 57, 61 atau 66 cm adalah cocok dengan perawakan orang-orang Belanda yang konon terkenal sebagai bangsa Eropa yang memiliki tinggi badan tertinggi dibanding bangsa-bangsa Eropa lainnya. Di Indonesia, tipe sepeda ini memiliki banyak nama alias seperti sepeda kebo, sepeda unta dan sepeda jawa. Menurut www.dutchbikeseattle.com, Sepeda onthel memiliki varian-varian berdasarkan gender, fungsi dan bentuk. Berdasarkan gender, sepeda onthel dibedakan menjadi sepeda pria (heren atau opa fiets) dan sepeda wanita (dames atau oma fiets). Secara sederhana, opa fiets dikenali dari bentuk rangka horizontal, sedangkan oma fiets dikenali dari bentuk rangka yang melengkung ke bawah.

Kemudian klasifikasi sepeda onthel menurut fungsi dibedakan menjadi sepeda angkut ringan (transport fiets), sepeda angkut berat (bak fiets), sepeda pendeta (abbey fiets) dan sepeda tandem (tandem fiets). Pada transport fiets, barang bawaan akan diletakkan pada kerangka angkut yang terletak di atas ban depan. Kemudian rangka horizontal didesain rangkap untuk memperkuat struktur rangka yang menahan beban di depan.

Bak fiets dirancang untuk mengangkut barang bawaan yang lebih berat atau besar yang tidak bisa diangkut dengan transport fiets. Pada masa kini, desain ini dikembangkan lebih lanjut untuk mengangkut bayi.

Banyak orang menganggap abbey fiets sama saja dengan kruisframe fiets, padahal keduanya adalah serupa tetapi tak sama. Desain silang pada abbey fiets sebetulnya merupakan simbolisasi dari salib yakni lambang agama kristen. Abbey fiets digunakan pada pendeta atau pastur dalam menjalankan misi keagamaan untuk menyebarkan agama kristen. Perbedaan dengan kruisframe fiets adalah desain rangka silangnya benar-benar menyatu sebagaimana desain salib, sedangkan pada kruisframe fiets, desain rangka silangnya hanya sekedar mengapit.

Sepeda tandem selalu terlihat unik bila dipandang. Bagi sebagian orang, mereka barangkali menganggap sepeda tandem hanya sekedar untuk perlengkapan sirkus yang biasa dikendarai oleh para badut. Namun secara teknis, desain sepeda ini mencoba membagi beban tenaga antara pengendara dan pembonceng agar sama-sama capai. Bentuknya yang panjang terkadang menyusahkan pada belokan jalan yang tajam.

Lalu klasifikasi sepeda onthel ketiga didasarkan pada variasi desain rangka yakni rangka silang (kruisframe fiets) dan rangka angsa (swan fiets). Sebagaimana sudah dijelaskan di awal, kruisframe fiets memiliki desain silang yang berbeda dengan abbey fiets. Sepeda model ini menggunakan rangka silang lebih dalam rangka memperkuat struktur rangka sepeda secara keseluruhan.

Orang-orang juga sering menyamakan antara oma fiets dengan swan fiets. Keduanya memang seperti anak kembar tetapi tidak identik. Selain perbedaan mencolok pada rangka bawah yang melengkung seperti leher angsa dan tinggi sepeda yang lebih rendah dibandingkan oma fiets. Swan fiets didesain untuk memberikan kemudahan lebih dalam mengendarai sepeda, karena relatif lebih pendek dari sepeda normal dan cekungan rangka bawah cukup rendah sehingga memberikan ruang kaki yang lebih nyaman.

sejarah sepeda ontel

DESAIN GIR SEPEDA ONTHEL (Rabu, 19/12/07) - Sahid

Bila kita amati secara mendalam, sebetulnya gir-gir sepeda onthel merupakan perwujudan karya seni logam yang luarbiasa karena mampu memadukan dua unsur yang sangat berbeda yakni antara dimensi keindahan dan dimensi kekuatan. Gir yang kuat akan menjamin akselerasi laju kecepatan sepeda secara maksimal. Gir-gir sepeda masa kini justru tampak lebih lugu dan minimalis (sumber: www.blackbirdsf.org).

Gazelle
Humber
Raleigh 1960s
Raleigh 1940s
Hercules
Indian
Peugeot
Fonlupt
Solida Cat
Solida Eagle
Solida Fox
Solida Hounds
Hawthorne 1890s
Hawthorne 1930s
Mimosa
Razeza